Sabtu, 04 Februari 2012

Tekstur Tanah

LAPORAN DASAR ILMU TANAH
TEKSTUR TANAH

BAB 1 Pendahuluan


1.1 Latar Belakang
Tanah merupakan salah satu komponen abiotik pada permukaan bumi yang sangat penting bagi makhluk hidup.  Tanah menjadi sangat penting karena tanah menyediakan unsur hara, seperti mineral, bahan organik, air dan udara bagi tumbuhan untuk proses fotosintesis. Suatu tanah tersusun atas partikel-partikel tanah itu sendiri. Perbandingan partikel-partikel tanah itu disebut dengan tekstur tanah.  Tekstur tanah lalu dibagi kembali menjadi 3, yaitu pasir, debu dan liat. Tekstur-tekstur tanah tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda begitu juga dengan tingkat kesuburannya. Dengan mengetahui telstur tanah, maka kita akan menyadari bahwa sebenarnya tanah memiliki keragaman yang sangat penting bagi kehidupan saat ini dan masa yang akan datang.

1.2 Tujuan
Dalam praktikum dan pembuatan laporan ini memiliki tujuan, yaitu :

  • Mengetahui dan memahammi definisi tekstur tanah
  • Mengetahui macam-macam tekstur tanah
  • Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tekstur tanah
  • Mengetahui faktor-faktor yang dipengaruhi oleh tekstur tanah
  • Mengetahui manfaat dari pembelajaran tekstur tanah


BAB II  Tinjauan Pustaka

2.1 Pengertian Tekstur Tanah

  • Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah yang dinyatakn sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir (sand), debu (silt dan liat (clay). ( Hanafiah, 2005)
  • Tekstur tanah adalah klasifikasi berdasarkan proporsi dan persentase kenaikan dari tiga kelompok butir-butir tanah ; pasir, debu dan liat dalam tanah. (Hardjowigeno, 1989)
  • Tekstur tanah adalah keadaan tanah yang menunjukkan kasar halusnya tanah. Ini dapat dideteksi dengan cara memijit tangan dengan jari tangan. (Anonymous b, 2009)
  • Soil texture is the degree of fineness or coarseness of the soil. It is an expression of the relative amounts or percentages of sand, silt and clay. (Harpstead,2001)
  • Soil texture is defined as the relative proportions of the various soil separates in a soil materials. (Buol,2002)


2.2 Macam-Macam Tekstur Tanah dan Ciri Morfologi


  1. Pasir (sandy) => Pasir mempunyai ukuran >2mm dan bersifat kasar dan tidak  lekat. Pasir mengikat sedikit air karena pori-porinya besar sehingga banyak air yang keluar dari tanah akibat gaya gravitasi.
  2. Pasir berlempung (loam sandy) => Tanah pasir berlempung ini memiliki terkstur yang  kasar. Pasir berlempung ini akan membentuk bola yang mudah hancur karena daya ikat pada partikel-partikel di pasir berlempung tidak kuat. Dan juga akan sedikit sekali lengket karena memang kandungan lempungnya yang sedikit.
  3. Lempung berpasir (Sandy loam) => Rsa kasar pada tanah lempung berpasir akan terasa agak jelas dan juga akan membentuk bola yang agak keras tetapi akan mudah hancur.
  4. Lempung (Loam) => Lempung tidak terasa kasar dan juga tidak terasa licin. Dapat membentuk bola yang agak teguh dan dapat sedikit digulung dengan permukaan yang mengkilat. Selain itu, lempung juga dapat melekat.
  5. Lempung liat berpasir (Sandy-clay-loam) => Lempung liat berpasir terasa agak jelas. Dapat membentuk bola agak teguh bila kering dan juga dapat membentuk gulungan jika dipilin dan gulungan akan mudah hancur serta dapat melekat.
  6. Lempung liat berdebu (sandy-silt-loam) => Lempung liat berdebu memiliki rasa licin yang jelas. Dapat membentuk bola teguh dan gulungan yang mengkilat serta dapat melekat.
  7. Lempung berliat (clay loam) => Lempung berliat akan terasa agak kasar. Dapat membentuk bola agak teguh bila kering dan membentuk gumpalan bila dipilin tetapi pilinan mudah hancur. Daya lekatnya sedang.
  8. Lempung berdebu (Silty Loam) => Lempung berdebu akan terasa agak licin. Dapat membentuk bola yang agak teguh dan dapat melekat.
  9. Debu (Silt) => Debu akan terasa licin sekali. Dapt membentuk bola yang teguh dan dapat sedikit digulung dengan permukaan yang mengkilap serta terasa agak lekat.
  10. Liat berpasir (Sandy-clay) => Liat berpasir akan terasa licin tetapi agak kasar. Dapat membentuk bola dalam keadaan kering. Akan sukar untuk dipijit tetapi mudah digulung serta memilliki daya lekat yang tinggi (melekat sekali).
  11. Liat berdebu (Silty-clay) => Liat berdebu akan terasa agak licin. Dapat membentuk bola dalam keadaan kering. Akan sukar dipijit tetapi mudah digulung serta memiliki daya lekat yang tinggi (melekat sekali).
  12. Liat (clay) => Liat akan terasa berat, dapat membentuk bola yang baik. Serta memiliki daya lekat yang tinggi (melekat sekali).                                                 (Hanafiah, 2005)

2.3 Perbedaan Tekstur Tanah

  1. Kemampuan Fisik 
  • Pasir = Tidak dapat membentuk bola gulungan, rasa kasar, tidak melekat, referansi air rendah, drainase cepat jika pasir basah dominan, tergenang jika debu dominan.
  • Debu = Membentuk bola yang teguh dapat sedikit digulung dengan permukaan yang mengkilat. rasa licin sekali, agak melekat
  • Liat = Dapat membentuk bola yang baik, rasa berat, melekat sekali.
    2.  Kemampuan Kimia

  • Pasir = Mineral yang paling umum kuarsa (S,O2), Sedikit pengaruhnya terhadap sifat kimia.
  • Debu = Mineral kuarsa (S,O2), Ferlspar dan mika dapat melepaskan Ca, Mg dan K akibat pelapukan.
  • Liat = Mineral sekunder hasil pelapukan kimia mineral primer atau sintesis dan beberapa hasil pelapukan mineral primer, di daerah tropis kelompok keolinik (1:1),ast (2:1), dan smeklit (2:1)nlapisan siliat dan glummunium.
    3.  Kemampuan Biologi

  • Pasir = Ditentutak oleh komposisi bahan induk dan tingkat pelapukan
  • Debu = Ditentukan oleh komposisi mineral bahan induk dan tingkat pelapukan (mineral primer)
  • Liat = Karena ukurannya kecil antara <0,002 mm maka liat ini ditentukan dari hasil pelapukan batu yang berasal dari materi debu dengan perbandingan yang kecil.
                                                                                                                (Tim dosen, 2010)

2.4 Faktor Yang Mempengaruhi Tekstur Tanah
    1. Organisme
  • Sumber bahan organik tanah
  • Pembentukan humus
  • Sifat fisika-kimia tanah
  • Peredaran unsur hara
  • Perkembangan struktur tanah
  • Dekomposisi bahan organik
                                                (Hanafiah, 2005)
    2. Bahan Induk
Jenis bahan induk akan menentukan sifat fisik  maupun kimawi tanah yang terbentuk secara endodinamomorf, tetapi pengaruhnya menjadi tidak jelas terhadap tanah-tanah yang terbentuk secara ektodinamomorf. Dalam pembentukannya terdapat 2 proses, yaitu :
a. Bahan induk terangkut (Prinsin erosi dan pengendapan) :
  - Aliran air dan partikel tanah dan fragmen bahan sedimen
  - Jika air mengalir cepat, maka membawa partikel besar dan sedimen lebih banyak


 - Jika aliran menjadi lambat, partikel bear diendapkan terlebih dahulu

b. Bahan diendapkan air
  -  Endapan alluvial : terbentuk akibat aliran air terhenti sehingga sedimen terjadi cepat ; banyak terjadi didaerah pegunungan.
  - Endapan banjir dan kelas : teras mencerminkan sisa dataran tinggi yang lebih tua, aliran sungai telah memotong mennjadi dataran banjir.
  - Delta : Terbentuk jika sedimen halus yang dibawa sungai diendapkan
                                                                                                       (Hanafiah,2005)


  3. Waktu
a. Umur (crondogical)
b. Tingkat perkembangan profil, yaitu : tanah muda, tanah dewasa dan tanah tua
c. Pembentukan tanah : proses alami yang berjalan sangat lambat sekitar 1000-10.000 tahun
d. Berguna untuk perkembangan pengawetan tanah, kecepatan pembentukan tanah rata-rata 1,2 mm per tahun ; kehilangan tanah yang dapat dibiarkan 12,5 ton per hektar per tahun.
e. Penentuan pembentukan tanah (umur) untuk sementara ini hanya dilakukan antar dasar kriteria-krietria botani,zoologi, geologi dan geografi
                                                                                                          (Hanafiah,2005)

   4. Topografi
a. komponen topografi, yaitu :
  - Lereng (slope), yaitu sudut permukaan lahan
  - Tinggi (heigh), yaitu berapa tingginya dari sungai
  - Arah (direction), yaitu lereng

b. Lereng ialah jarak vertikal x 100/jarak horizontal
  - Lereng curam (7-15%)
  - Lereng datar (0-5%)
  - Tinggi (elevasi)
                                                 (Hanafiah,2005)



 5. Iklim
Temperatur dan curah hujan adalah unsur iklim yang saling mempengaruhi sifat tanah.
a. Temperatur
 - Perubahan temperatur dapat menyebabkan retaknya bahan (pelapukan)
 - Temperatur langsung mempengaruhi jumlah bahan organik yang dihasilkan, produksi bahan organik meningkat dengan meningkatnya temperatur asalkan cukupnya hujan untuk pertumbuhan tanaman.
 - Meningkatnya temperatur juga meningkatkan kecepatan dekomposisi bahan organik



5. Iklim
Temperatur dan curah hujan adalah unsur iklim yang saling mempengaruhi sifat tanah.
a. Temperatur
 - Perubahan temperatur dapat menyebabkan retaknya bahan (pelapukan)
 - Temperatur langsung mempengaruhi jumlah bahan organik yang dihasilkan, produksi bahan organik meningkat dengan meningkatnya temperatur asalkan cukupnya hujan untuk pertumbuhan tanaman.
 - Meningkatnya temperatur juga meningkatkan kecepatan dekomposisi bahan organik

b. Curah hujan
 - Curah hujan mempengaruhi pelappukan dari jumlah serta dekomposisi bahan organik
 - Jika curah hujan meningkat, maka kecepatan erosi juga meningkat
 - Jika curah hujan  meningkat, produksi bahan-bahan organik juga meningkat asalkan temperatur cukup tinggi untuk pertumbuhan tanaman.
 - Jika curah hujan cukup untuk menggenangi lahan, dekomposisi bahan organik akan terhambat karena kurangnya oksidasi.
                                                                                          (Subagyo, 1989)

2.5 Faktor Yang Dipengaruhi Tekstur Tanah
a. Sistem perakaran : Sistem perakaran pada tanah liat akan semakin banyak dibandingkan pasir. Karena perakaran mencai tanah yang dapat menahan air lebih banyak.
b. Kadar air : Tanah lebih banyak mengandung kadar air daripada tanah pasir, karena daya menahan air dan bahan lain pada tanah liat lebih kuat dari tanah pasir.
c. Organisme : Organisme adalah faktor yang dipengaruhi dan mempengaruhi tekstur tanah. Akibat perbedaan tekstur tanah, dapat mempengaruhi jumlah populasi dan keragaman organisme disekitarnya. Baik mikro maupun makro organisme.
d. Konsistensi : Suatu sifat yang menunjukkan sifat adhesi dan kohesi dai partikel-partikel tanah dan ketahaan massa tanah terhadap perubahan bentuk yang disebabkan oleh tekanan dan berbagai bentukan yag mepengaruhi bentuk tanah.
                                                                                           (Darmawidjaya,1997)

BAB III  METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
  # Alat :

  1. Buku : untuk tempat menulis hasil pengamatan
  2. bolpoin : untuk menulis hasil pengamatan
  3. tangan : untuk merasakan tekstur tanah
  4. 3 buah loyang plastik : sebagai wadah untuk 3 jenis tanah sampel yang digunakan untuk praktikum (pasir,debu,liat)
  # Bahan :

  1. Sampel tanah : sebagai media pengamatan
  2. Air : untuk membasahi tanah yang diamati


3.2 Alur Kerja
 Menyiapkan alat dan bahan => Menaruh tanah sampel ke dalam loyang plastik A,B,C => Mengambil sedikit tanah dan taruh di tangan => Memberi sedikit air ke tanah yang ada di tangan => Merasakan tekstur tanah => Menulis hasil ke dalam tabel tekstur tanah => melakukannya hingga selesai => membersihkan dan merapikan alat dan bahan


BAB IV  HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
   4.1.1 Tabel hasil pengamatan
   4.1.2 Segitiga tekstur

4.2 Pembahasan
         Peranan tanah bagi kehidupan sangatlah banyak. Baik bagi sektor pertanian maupun sektor non pertanian. Sifat fisik tanah sangat berpengaruh dalam kehidupan, contohnya saja tekstur tanah. Tekstur tanah merupakan perbandingan proporsi tekstur-tekstur tanah, yaitu pasir, debu dan liat. Fraksi-fraksi tersebut memiliki sifat fisik, kimia dan biologis yang berbeda-beda. Selain itu juga ada faktor yang mempengaruhi tekstur tanah yaitu air, waktu, bahan induk, organisme, dan topografi. Dan juga ada faktor yang dipengaruhi oleh tekstur tanah antara lain : pengolahan tanah, struktur, konsistensi dan organisme.
        Dari hasil pengamatan diatas didapat bahwa tanah itiu lebih banyak mengandung liat. Hal itu ditentukan dengan segitiga tekstur tanah USDA.
        Menentukan tanah dengan feeling metode, memiliki tingkakt kepastian yang kurang tepat. Kare feeling setiap orang akan berbeda-beda. Sehingga jika ingin mendapatkan hasil yang lebih akurat diperlukan penelitian  dengan metode Boucus Pippet.  
        Tekstur tanah adalah keadaan tingkat kehallusan tanah yang terjadi kerana terdapatnya perbedaan komposisi kandungan fraksi pasir, debu dan liat yang terkandung dalam tanah. Dari ketigas fraksi tersebut partikel pasir mempunyai ukuran diameter paling besar yaitu 2 - 0,55 mm, debu dengan ukuran 0,05 - 0,002 mmdan liat dengan ukuran <0,002 mm. Segitiga tekstur merupakan suatu diagram untuk menentukan kelas-kelas tekstur tanah. Ada 12 kelas tekstur tanah yang dibedakan oleh jumlah persentase ketiga fraksi tanah tersebut. Misalkan hasil analisis lab menyatakan bahwa persentase air (x) 32 %, liat (y) 42 %, dan debu (z) 26 %, berdasarkan diagram segitiga tekstur maka tanah tersebut masuk ke dalam golongan tanah bertekstur liat (clay). (Anonymous a, 2011)
        Penentuan tekstur tanag dengan perasaan tangan (Feeling metode) sangat berguna untuk keperluan survey dilapangan yang ingin mengetahui sifat--sifat tanah dengan cepat. Dalam hal ini diperlukan waktu yang lama untuk berlatih dan membiasakan diri agar diperoleh hasil yang memuaskan. (Tim dosen, 2011)


BAB V  PENUTUPAN

5.1 Kesimpulan
        Tekstur tanah adalah perbandingan anatara partikel-partikel pasir, debu dan liat yang menyusun suatu tanah. Tekstur yang baik yaitu liat, karena tanah berteekstur liat mempunyai luas permukaan besar sehingga kemampuan menyerap air (menahan air) dan unsur hara tinggi. Kelas pada tekstur tanah terdiri dari berbagai macam yaitu pasir, pasir berlempung, lempung berpasir, lempung, lempung liat berpasi, lempung liat berdebu, lempung berliat, lempung berdebu, debu, liat berpasir, liat berdebu dan liat.  Faktor-faktor yang mempengaruhi tekstur tanah yaitu iklim, organisme, waktu, bahan induk dan topografi. Sedangkan faktor yang dipengaruhi yaitu organisme, sistem perakaran, kadar air, knsistensi dan pengolahan tanah.

5.2 Saran
       Dalam mempelajari dasar ilmu tanah, kita harus benar-benar mengetahui tentang sifat-sifat tanah salah saunya yaitu tekstur tanah. Karena kondisi dari tekstur tanah akan menetukakn bagaimana mengolah tanah yang baik dan efisien. Sehingga akan bermanfaat untuk usaha pertanian.


DAFTAR PUSTAKA

Anonymous a. 2011. http://mbojo.wordpress.com/2007/08/15/segitiga-tekstur/
Anonymous b. 2009. http://dasar2ilmutanah.blogspot.com/2009/04/sifat-fisika-tanah-bagian-1-tekstur.html
Buol,S. 2002. Soil Genesis and Classification.
Darmawijaya,M. 1990. Klasifikasi Tanah. Gajah Mada University Press. Yogyakarta
Hanafiah, K. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Grapindo. Jakarta
Hardjowigeno, S. 1989. Ilmu Tanah. PT Media Tama Sapama. Jakarta
Subagyo. 1989. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Erlangga. Jakarta
Tim Dosen Praktikum FPUB. 2009. Panduan Praktikum Dasar Ilmu Tanah Jurusan Tanah Fakkultas    Pertanian Universitas Brawijaya.
Tim Dosen Praktikum FPUB. 2011. Panduan Praktikum Dasar Ilmu Tanah Jurusan Tanah Fakkultas    Pertanian Universitas Brawijaya.